Translate To

Minggu, 12 Februari 2012

what is Kefir? (apa itu Kefir)


KEFIR
Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan makanan dan minuman yang menyehatkan, susu fermentasi dewasa ini berkembang pesat baik kualitas maupun kuantitasnya. Upaya menarik minat konsumen terhadap jenis bahan pangan ini jugaterus dilakukan oleh produsen de-ngan mendidik masyarakat melalui iklan akan manfaatnya bagi kesehatan sekaligus menawarkan berbagai varian produknya Jenis susu fermentasi bentuk cair yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah yogurt beserta produk pengembanganny dengan rasa manis,  flavor coklat dan buah-buahan untuk meningkatkan selera, serta warna yang beragam agar penampilan produk lebih menarik. Fermentasi adalah proses yang menghasilkan berbagai produk baik secara aerob maupun anaerob dengan melibatkan aktivitas mikroba atau ekstraknya secara terkontrol. Fermentasi dapat menambah keanekaragaman pangan dan menghasilkan produk dengan cita rasa, aroma, serta tekstur yang khas, selain itu juga dapat memperpanjang masa simpan produk (Halin dan Evancho, 1992).
               Fermentasi susu merupakan pengolahan susu dengan bantuan mikroba untuk menghasilkan berbagai produk seperti : keju, yoghurt, kefir, koumis dan yakult. Kefir merupakan salah satu produk fermentasi susu yang memiliki kekentalan seperti krim serta mempunyai rasa asam dan beralkohol yang menyerupai  yogurt dan memiliki aroma khas yeasty (seperti tape), sering disebut the champagne of cultured milk atau minuman yang paling berharga di antara jenis susu fermentasi lainnya.
 Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian. Nomor :355.a/Kpts/PD.670.320/L/ 9/2008 Tanggal : 8 September 2008 Tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan dan Pengujian HPHK pada Susu dan Hasil Olahannya Kefir adalah susu yang telah mengalami proses pengasaman dengan menggunakan bakteri asam susu (Lactobacillus sp dan Streptococcus sp) dan khamir atau ragi (Saccharomyces kefir, Betabacterium caucasium dan Torula Kefir) yang membentuk gugusan alkohol. Kefir dibuat dari susu sapi, susu kambing atau susu domba yang ditambahkan starter kefir berupa granula kefir atau biji kefir (Kosikowski dan Mistry, 1982; Bottazi, 1983 dalam Metanggui, 2002). kefir berasal dari pegunungan Kaukasus diantara Laut Hitam dan Laut Kaspia, Rusia Barat Daya. Kefir  memiliki nama yang berbeda-beda seperti kippe, kepi, khapov, khephir, dan kiaphir. Jenis susu fermentasi ini telah banyak dikonsumsi di beberapa negara Asia dan Scandinavia. Menurut Hidayat dkk (2006), starter kefir terdiri dari BAL dan khamir yang berperan dalam pembentukan cita rasa dan struktur kefir. Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dan komponen flavor, sedangkan ragi menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit alkohol. Itulah sebabnya rasa kefir di samping asam juga sedikit ada rasa alkohol dan soda, yang membuat rasa lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida dan alkohol menghasilkan buih yang menciptakan karaktermendesis pada produk. Ir. Sri Usmiati, M.Si., peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen), melaporkan bahwa kefir diperoleh melalui proses fermentasi susu pasteurisasi. Proses fermentasinya menggunakan starter biji kefir (kefir grain/kefir granule), yaitu, butiran putih atau krem dari kumpulan bakteri dan beberapa jenis ragi. Bakteri berperan untuk menghasilkan asam laktat, sedangkan ragi dapat menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit alkohol. Kombinasi karbon dioksida dengan sedikit alkohol itulah yang menciptakan rasa alkohol dan soda sehingga memunculkan karakter mendesis jika kefir dirasakan dalam rongga mulut.
Granula kefir merupakan starter yang digunakan dalam fermentasi kefir yang terdiri dari campuran BAL dan khamir. Namun pemeliharaan granula kefir ini sangat sulit, karena terdiri dari berbagai jenis mikroba dan setiap jenis mikroba
memiliki sifat fisiologi dan biokimia yang berbeda baik itu BAL maupun khamir, sehingga sulit untuk menjaga agar viabilitas dan aktivitas mikroba yang terdapat di dalam granula kefir tetap stabil dan dapat dipelihara dalam jangka waktu lama. Pada saat ini, BAL dan khamir yang digunakan sebagai starter kefir dalam bentuk biakan murni belum tersedia secara komersil. Oleh karena itu, eksplorasi BAL dan khamir yang banyak terdapat di alam Indonesia perlu dilakukan untuk menambah atau memperkaya koleksi mikroba, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam berbagai industri. Ketersediaan dan kemudahan untuk memperoleh isolat BAL serta khamir yang unggul dengan biaya relatif murah untuk proses fermentasi akan membantu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. BAL dapat diisolasi dari sayur maupun buah yang sudah terlalu matang, asinan sayur maupun buah, dan lain-lain (Surono, 2004). Berdasarkan penelitian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Nasional tahun 2007, diketahui bahwa dari beberapa sayuran dan buahbuahan
yang berasal dari daerah kawasan Desa Linggajati, Kuningan, Jawa Barat, dapat
diisolasi BAL yang berpotensi sebagai starter dalam fermentasi makanan dan minuman. Sumber isolat BAL yang diambil diantaranya berasal dari slada, kubis, sawi hijau, sawi putih, lobak, wortel, timun suri, nenas, sirsak dan tomat (Febrianita dkk., 2007). Selanjutnya hasil penelitian Febrianita (2008) menunjukkan bahwa isolat BAL F2 yang berasal dari buah nenas sebagai isolat
terbaik, karena memiliki kemampuan fermentatif tertinggi dengan kadar asam laktat sebesar 1,17%. Sedangkan khamir dapat diisolasi dari berbagai macam substrat, seperti buahbuahan bunga, limbah tebu, makanan dan minuman fermentasi. Onions dan Eggins (1981) menyatakan, bahwa khamir yang terlibat dalam proses fermentasi kefir pada umumnya bersifat fermentatif yaitu, khamir
yang mampu melakukan fermentasi karbohidrat menjadi alkohol dan CO2 (Surono, 2004).

Sedikit cerita tentang perkembangan kefir
               Kefir sebenarnya telah ribuan tahun lalu dikenal dalam peradaban manusia. Sebelum dikenal luas di Rusia dan Eropa, kefir bermula dari kawasan pegunungan Kaukasia, di perbatasan antara daratan Asia dan Eropa, sebelah tenggara Rusia. Berdasarkan legenda di Kaukasia, konon Nabi Muhammad yang pertama kali memberikan biji kefir kepada orang-orang setempat dan mengajari cara membuat minuman tersebut. Biji kefir kemudian dipredikati "the grains of the prophet".
               Namun, legenda yang berkembang kemudian adalah jika biji kefir tersebut diketahui orang di luar kawasan dan minuman kefir menjadi pengetahuan luas, niscaya kekuatan mereka akan hilang. Oleh sebab itu, selama ratusan tahun, kefir menjadi misteri dan hanya dikonsumsi penduduk Kaukasia.
               Baru pada awal tahun 1900, perkumpulan dokter Rusia bekerja sama dengan suatu perusahaan produsen keju menjalankan misi penting, yaitu memperoleh biji kefir untuk dibawa dan diproduksi di Rusia. Diutuslah seorang perempuan cantik bernama Irina Sakharova untuk membujuk Pangeran Kaukasia, Bek-Mirza Barchorov, demi mendapatkan biji kefir.
               Meski sempat gagal, baru pada tahun 1908 misi yang diemban Irina tersebut berhasil. Tahun 1973 pada usianya yang 85 tahun Irina mendapatkan penghargaan dari Menteri Industri Pangan Uni Soviet ketika itu atas jasanya membawa kefir bagi rakyat Rusia. Kefir kini boleh dibilang bagian dari budaya kuliner orang Rusia. Kefir tak hanya digunakan sebagai minuman, tetapi juga menjadi bahan untuk berbagai penganan.

Manfaat kefir
               Sebagai minuman yang bergizi tinggi dengan kandungan gula susu (laktosa) yang relatif rendah dibandingkan susu murni, kefir sangat bermanfaat bagi penderita lactoseintolerant atau tidak tahan terhadap laktosa, karena laktosanya telah dicerna menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase dari mikrobia dalam biji kefir. Di samping itu kefir juga dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat menyembuhkan beberapa penyakit metabolisme seperti diabetes, asma, dan jenis tumor tertentu. Polisakarida larut air yang disebut kefiran dihasilkan bakteri asam laktat. Kefiran berjumlah sekitar 25% dari berat kering butiran kefir dan disintesis bersama sel mikroba baru. Kefiran inilah yang berperan dalam meningkatkan pembentukan system imun dalam tubuh Di Rusia, konsumsi kefir dianggap penting karena kemampuan probiotik dan peranan sebagai penunjang kesehatan. Di Negara tersebut kefir digunakan secara luas di rumah sakit dan sanatorium sebagai makanan bagi pasien yang mengalami gangguan pencernaan, arteriosklerosiskelainan metabolisme seperti tekanan darah tinggi dan makanan bagi anak-anak kecil. Kefir kaya akan kalsium, asam amino, vitamin B, dan asam folat. Manfaat meminum kefir secara konsisten dapat menghindari risiko terkena kanker kolon, memperlancar buang air besar, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, mencegah infeksi saluran urine, hingga merangsang pembentukan sistem imun atau kekebalan tubuh.
               Bakteri asam laktat dalam kefir bisa menjadi sumber probiotik, namun tergantung galur dari jenis bakterinya. Sebagai probiotik, dia bermanfaat menekan populasi bakteri patogen di dalam saluran pencernaan.
               Bagi orang yang saluran pencernaannya tidak bisa mencerna susu atau lactose intolerance, kefir dapat menjadi alternatif sebab sebagian besar laktosa pada susu telah terpecah-pecah oleh bakteri asam laktat sehingga lebih mudah dicerna penderita. Kefir juga baik diminum oleh anak-anak, wanita hamil dan menyusui, dan orang lanjut usia.
·         Penurun kolesterol dan risiko kanker
Dasar ilmiah atas dugaan bahwa mengkonsumsi produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner itu – memang belum pasti. Namun beberapa penelitian mengemukakan dua teori berikut ini.
1. Beberapa galur (strain) bakteri asam laktat mampu melakukan metabolisme kolesterol dari makanan dalam usus halus sehingga tidak diserap tubuh.
2. Beberapa galur bakteri asam laktat mampu melakukan dekonyugasi garam bile dalam usus halus untuk mencegah absorpsi kembali oleh tubuh sehingga merangsang hati untuk mensintesis lebih banyak garam bile dari kolesterol serum. Kedua hal itu menurunkan kadar kolesterol serum.
Selain itu beberapa penelitian juga membuktikan, mengkonsumsi produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat dapat menurunkan risiko timbulnya kanker atau tumor dalam saluran pencernaan. Sebab, bakteri asam laktat yang hidup dalam produk fermentasi susu menekan pertumbuhan bakteri lain di dalam saluran pencernaan. Bakteri yang tidak diinginkan itu dalam saluran pencernaan memproduksi beberapa enzim tertentu, misalnya betaglukuronidase dan azoreduktase yang dapat mengubah senyawa prokarsinogen dalam makanan menjadi karsinogen (misalnya nitrit menjadi nitrosamin), yaitu senyawa penyebab kanker.
Kontrol terhadap pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan itu dapat menurunkan pembentukan karsinogen sehingga mengurangi risiko kanker kolon (usus besar). Bakteri asam laktat juga merangsang pergerakan isi saluran pencernaan sehingga menurunkan konsentrasi prokarsinogen dan karsinogen dalam saluran pencernaan.

·         Membantu penderita lactose-intolerance
Lactose-intolerance atau ketidakmampuan mencerna laktosa itu terjadi karena seseorang tidak dapat memproduksi enzim beta-galaktosidase oleh sel epitel usus halus akibat kelainan genetik. Jika orang itu mengkonsumsi susu, laktosa dalam usus halus tidak dapat dicerna menjadi galaktosa dan glukosa sebelum diangkut ke dalam tubuh untuk metabolisme lebih lanjut. Molekul laktosa yang tidak dapat diserap tubuh kemudian masuk ke dalam usus besar dan dihidrolisis oleh bakteri yang memproduksi beta-galaktosidase. Galaktosa dan glukosa yang terbentuk akan dimetabolisme oleh bakteri homofermentatif dan heterofermentatif menghasilkan asam dan sejumlah gas di dalam usus besar sehingga orang tersebut akan menderita diare, kembung, dan sakit perut.
Produk fermentasi susu sangat baik bagi penderita lactose-intolerance karena sebagian besar laktosa sudah dipecah oleh bakteri asam laktat sehingga kandungan laktosanya rendah. Selain itu bibit (starter) kefir juga merupakan sumber enzim beta-galaktosidase untuk memecah laktosa dalam susu. (Penulis adalah guru besar madya pada Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB)


Komposisi kefir
Kadar asam laktat kefir berkisar 0,8-1,1%, alkohol 0,5-2,5%, sedikit gas karbondioksida, kelompok vitamin B serta diasetil dan asetaldehid. Komposisi dan kadar nutrisi kefir adalah air 89,5%, lemak 1,5%, protein 3,5%, abu 0,6%, laktosa 4,5% dengan nilai pH 4,6. Komponen dan komposisi ini bervariasi, bergantung pada jenis mikrobia starter, suhu, lama fermentasi, serta bahan baku yang digunakan. Bahan baku susu yang berkadar lemak tinggi menghasilkan kefir dengan kadar lemak yang tinggi, dan sebaliknya penggunaan susu skim menghasilkan kefir dengan kadar lemak yang rendah. Banyak sedikitnya asam laktat dan alcohol dalam kefir sangat dipengaruhi oleh kadar laktosa bahan baku, jenis mikrobia starter, dan lama fermentasi. Bahan baku susu yang berkadar lemak tinggi menghasilkan kefir dengan kadar lemak tinggi pula. Untuk lebih jelasnya kandungan gizi kefir dapat dilihat pada table di bawah ini:
Komponen 
Jumlah 
Protein
Lemak
Laktosa
Karbohidrat (termasuk buah-buahan)
pH
Keasaman
Alkohol 
4 – 6 %
0,1 – 10 %
2 – 3 %
5 – 25 %
3,5 – 4,6
0,5 – 1,6 %
0,5 – 2 %
Sumber: Farnworth (2003) 
Penggunaan kefir tidak terbatas hanya pada minuman kesehatan, namun juga dapat dimanfaatkan untuk membuat sour cream, keju, sourdog bread. Kefir juga dapat dimanfaatkan sebagai kultur dalam pembuatan sauerkraut, pengasinan ikan (marinade fish) dan daging, minuman fermentasi bir jahe dan lain-lain (Anfiteatro,1999). Melihat banyaknya manfaat yang ada pada kefir, bisa diramalkan bahwa pada beberapa tahun ke depan kefir akan menyusul popularitas yogurt. Seiring dengan kemajuan jaman, dan semakin pedulinya kita pada kesehatan, kelak kefir dan yogurt akan dapat hidup berdampingan memberi kontribusi bagi kesehatan manusia (Anonymous, 2002c).

Starter kefir
Biji kefir berbentuk seperti kembang kol, berwarna putih kekuningan dengan diameter tiap butirnya 2-15 mm dan bobot tiap butir hanya beberapa gram saja. Mikroba penyusun kefir adalah sebagai berikut:
1. Streptoccus lactis
2. Streptoccus cremoris
3. Lactobacillus casei
4. Lactobacillus acidophilus
5. Candida kefir
6. Kluyveromyces fragilis
Butir kefir tersebut berwarna putih kekuningan, tidak larut dalam air maupun  beberapa pelarut lainnya serta sulit untuk dihidrolisis oleh enzim. Bila butir kefir ini dimasukkan kedalam susu, maka butir tersebut akan menyerap air sehingga mengembang dan warnanya berubah menjadi putih.










Butir kefir dapat dipakai berulang kali, yaitu dengan menyaring kefir yang sudah jadi. Butir kefir yang diperoleh dicuci dan direndam dalam air dingin dan disimpan pada suhu 4oC. Penyimpanan dalam bentuk kering dapat dilakukan dengan cara membungkus butir kefir yang telah dicuci air dengan kain bersih selama 36-48 jam pada suhu kamar. Biji kefir dalam bentuk kering ini jika disimpan pada suhu kamar 4oC tahan 12-18 bulan Sebanyak 50 g butiran kefir basah dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dalam 7 – 10 hari jika dipindahkan ke dalam 500 ml susu segar enam kali seminggu. Untuk menumbuhkan bibit kefir dapat digunakan susu penuh, susu skim, atau whei susu yang telah dinetralkan. Bakteri asam laktat dan khamir yang hidup bersimbiosis dan tumbuh di dalam biji kefir berada dalam perbandingan yang seimbang. Bakteri asam laktat yang berbentuk batang akan menempati lapisan perifer (luar) biji, sedangkan ragi ada di dalam intinya. Butiran-butiran bibit kefir terdiri atas mikroorganisme yang dikelilingi oleh matriks berbentuk lendir yang terdiri atas gula polisakarida yang disebut kefiran (ini diproduksi oleh bakteri tertentu). Bibit kefir juga terdiri atas campuran berbagai bakteri dan kamir (ragi), masing-masing berperan dalam pembentukan cita rasa dan struktur kefir.
Biji kefir yang diinokulasikan ke dalam susu akan mengembang (diameternya membesar) dan warnanya menjadi kecoklatan karena diselubung partikel-partikel susu. Bibit kefir tidak dapat dikeringkan dengan pemanasan karena sebagian mikroorganisme di dalamnya akan mati. Bibit kefir masih aktif jika diawetkan dengan cara pengeringan beku (freeze drying). Tapi cara terbaik menyimpan bibit kefir adalah dengan memindahkan bibit kefir lama ke dalam susu yang dipasteurisasi secara berkala, diinkubasi semalam dan disimpan dalam lemari es bersuhu 4 – 7oC. Dalam kondisi seperti ini bibit kefir tetap aktif selama kurang lebih sebulan.

Setelah fermentasi selesai, biji kefir dapat dipanen kembali dengan disaring dan dapat digunakan kembali sebagai inokulum. kefir yang dihasilkan juga dapat dijadikan sebagai bulk starter untuk membuat kefir berikutnya dengan menambahkan 3-5% kefir ke dalam susu pasteurisasi. Aktivasi biji kefir kering sebelum digunakan sebagai starter perlu dilakukan dengan cara merendam biji kefir dalam susu steril selama beberapa jam dengankonsentrasi 10-12% berat/volume pada suhu ruang sampai mengembang, dilakukan tiga kali seminggu. Sampai saat ini, biji kefir masih sulit diperoleh di Indonesia karena jumlahnya terbatas dan belum dipasarkan secara komersial. Kelangkaan ini merupakan peluang bagi kita untuk dapat membuat starter berbentuk lain, seperti dalam pembuatan yogurt dengan starter berbentuk cair.







Pembuatan kefir
Kefir dibuat melalui fermentasi susu yang telah dipasteurisasi dan diinokulasi biji kefir selama waktu tertentu. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kefir adalah susu segar dan starter berupa butir-butir kefir dengan peralatan seperti panci email, pengaduk, saringan plastik, dan kompor/pemanas.
Bahan:
- Susu sapi/kambing/domba
- butir kefir.
Alat:
- Alat pemanas (kompor)
- Kain saring
- Botol
- Lemari pendingin
Langkah pembuatan kefir adalah sebagai berikut:
• Susu segar dengan total padatan 11-12% dipasteurisasi, yaitu dipanaskan pada suhu 85-90oC selama 30 menit, kemudian didinginkan sampai mencapai suhu kamar (ą28oC).
• Ke dalam susu pasteurisasi di-masukkan 3% butir-butir kefir dan diaduk merata.
• Dibiarkan/diinkubasi selama 20-24 jam (semalam) pada suhukamar (suhu 25 37oC) agar proses fermentasi berlangsung.
• Bila susu sudah menggumpal lalu disaring dengan menggunakan saringan plastik untuk mendapatkan butir-butir kefir kembali.
• kefir yang sudah disaring siap untuk diminum dengan atau tanpa tambahan pemanis sesuai selera. Bila tidak langsung dikonsumsi dapat dimatangkan (aging) dahulu selama 1-3 hari pada suhu 5-10oC. Penyimpanan dalam lemari pendingin akan memperpanjang masa simpan. Selain pemanis, dapat pula ditambahkan flavor jika suka.
• Butir-butir kefir yang diperoleh dicuci dengan air matang dingin untuk dipakai lagi pada waktu lain, demikian seterusnya.
Secara sederhana, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
For kefir making by means of Tibetan milk mushroom we need (see Picture 1):
1.Menyiapkan susu
2.Menyiapkan botol yang bisa di tutup
3.Butiran kefir




4.Cuci butiran kefir dengin air dingin




5.Masukkan susu kedalam botol






6. Masukkan butiran kefir dengan hati-hati





7. Tutup botol yang berisi susu dan butiran kefir dengan rapat




8. simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung





Beberapa produk yoghurt dapat dilihat pada gmambar di bawah ini:




















Skema pembuatan kefir dapat dilihat pada Gambar di bawah ini:



Susu segar
 



Dipanaskan 85oC (30 menit)



Atau 95oC (5 menit)



Didinginkan sampai 22oC
 

                                                                                  Butir kefir kefir



Inkubasi 23oC (20 jam)
 Atau 10oC (2 hari)



Penyaringan
                                                                          Butir kefir

Filtrat



Didinginkan 5oC (92-3 jam)


Dikemas


KEFIR



Pengenalan kefir sebagai salah satu jenis susu fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan susu. Karena kefir memiliki karakter rasa yang eksotis, serasa ada yang mendesis di rongga mulut sebagai paduan rasa asam, sedikit rasa alkohol dan soda,
serta kombinasi gas karbon dioksida-alkohol yang menghasilkan buih,maka kefir mempunyai peluang dikembangkan menjadi hidangan minuman populer di kafe atau tempat kumpul kawula muda. Pada akhirnya, kefir memang selayaknya dikonsumsi karena alasan kesehatan, sangat bermanfaat bagi penderita lactose intolerant, juga dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat menyembuhkan beberapa penyakit metabolisme seperti diabetes, darah tinggi, asma, jenis tumor tertentu, arteriosklerosisdan makanan sehat bagi anak-anak kecil.



SOURCES OF REAL KEFIR GRAINS IN Queensland, Tasmania, South Australia & New Zealand
NAME
PHONE
TOWN
STATE
P/CODE
COUNTRY
EMAIL
COMMENTS
Dante Strbac
Auckland
New Zealand
dante@ actrix.co.nz
Kefir grains milk and water $15.00
Erica Rose
Coromandel Peninsula

New Zealand
iamericarose@ yahoo.com
Kefir grains Not until March
Keith Vincent
Hawke's Bay
New Zealand
keithv@ clear.net.nz
Kefir grains
Jasmina
Lower Hutt
New Zealand
pronetkiwi@ xtra.co.nz
Kefir grains
Deb Gully
Wellington
New Zealand
deb@ frot.co.nz
Kefir grains Kombucha
Robyn Worthy
Canberra
Queanbeyan
ACT
Australia
sophia_the_wisewoman@ hotmail.com
Kefir grains
Hazel Harrison
Opawa
Christchurch
8002
New Zealand
p&h.harrison@ xtra.co.nz
Kefir grains
Rick Simmons
(07) 4056-1620
Aloomba
Qld
4871
Australia
coralcst@ bigpond.com
Kefir grains
Margaret Moor
07 3289 7181
Highvale
Qld
4250
Australia
margiemoor@ telstra.com
Kefir grains
Fabian
Howard
(Hervey Bay)
Qld
4659
Australia
f.foale@ optusnet.com.au
Kefir grains
Bridgette Coghlan
07 3166 5301
Labrador
Qld
Australia
becoghlan@ yahoo.com.au

Kefir grains
Mike Buky
0403 151 947
Mooloolaba
Qld
Australia
$9 if collected, $19 by Express Post (overnight)
Kefir milk grains.
Kyle Grimshaw-Jones
07 5533 2869
Oxenford
Qld
Australia
kyle@ conscioushealing.com.au
Kefir grains
Wal Rutherford
Townsville
Qld
Australia
walt@ dodo.com.au
Kombucha
Robert Kong
Paralowie
SA
Australia
ryk5108@ gmail.com
Kefir grains


Poskan Komentar